Wednesday, 8 May 2013

UMROH

Beberapa hari terakhir, aplikasi di kantor telah mengalami kekacauan, alhasil diriku pun tidak bisa melakukan rutinitas yang telah menjadi tugasku sehari-hari di kantor. Bingung mau ngapain…, akhirnya kantuk menyerangku… :O:o Lalu yang kulakukan adalah perbuatan-perbuatan yang ga jelas, google-ing…, sampai ada satu kata yang membuatku sedikit penasaran… UMROH.

Rukun Islam yang kelima adalah Haji, tapi mengingat jatah porsi untuk pergi haji di Jakarta adalah lebih dari 10th setelah mendaftar, maka apa salahnya jika yang kulakukan adalah menjalani Umroh terlebih dahulu. Mulai mengintip range biaya yang diperlukan untuk ibadah tersebut; Mulai dari 1500 sampai dengan 3000 USD. Bedanya adalah, semakin mahal… maka lokasi hotelnya pun akan semakin dekat. Dan begitu pun paket souvenirnya, semakin mahal… ya semakin komplit lah. Ada yg menawarkan dengan DP 350 USD, ada yang menawarkan beli 10 gratis 1, dll Kesemuanya cukup menggugah hasratku akan kepergian ke tanah suci… it’s my dream… Really-really need it Ya Allah, Engkau lah Maha Pemilik semua yang ada di Alam semesta ini Jika sekian banyak orang yang telah engkau berangkatkan kesana, pasti tak kan luput juga hambamu yang satu ini untuk juga bisa diberangkatkan kesana (Ya kan ya Allah???) :)

Belakangan ini memang yang namanya wisata ke luar negri menjadi trend, mulai dari Negara tetangga (Singapore, KL, Thailand, Timor juga gak?) sampai ke daratan benua Eropa & Australia. Kenapa ya, orang-orang itu merasa bangga & lebih puas jika sudah bisa melakukan perjalanan wisata tersebut? Padahal kan manusia Cuma diberikan jatah hidup di dunia ini gak lama (mampir doang) Entah memang aku yang naïf atau ga gaul… ga habis pikir gue
Makanya dengan tulisan ini, sedikit berharap agar kita bisa sharing, seberapa penting kah ke-iman-an untuk didahului dibanding dengan ke-duniawi-an. Dan bahwa kehidupan yang kekal adalah di akherat yang miliki Surga & Neraka,  Jika Sejuk, kesejukannya pun pastilah Hebat Jika Panas, kepanasannya pun juga pastilah juga Luar Biasa Ya Allah, semoga Engkau selalu membimbing & melindungi kami, Aamiin YRA…

SHOLAT cegah perbuatan Keji & Mungkar By Ust. Yusuf Mansyur (Materi KulOn)



… aqimish-sholaata. Innash-sholaata tanhaa ‘anil fakhsyaa-i wal munkar. Wa ladzikruwloohi akbar. Wawloohu ya’lamu maa yashna’uun. … Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (baca: Shalat) adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. al Ankabuut: 45).
Dalam pada itu, didapati kenyataan sebaliknya. Masjid-masjid kosong, dan teramat sedikit yang shalat dengan segenap jiwa raganya. Dan didapati pula banyak yang mengerjakan shalat, namun maksiat tetap terlaksana “dengan baik”.
Bisa pula lantaran memang ketiadaan ilmu tentang shalat.
Ash-sholawaatu kaffaarotun limaa bainahunna. Antara shalat fardhu ke shalat fardhu berikutnya adalah penebus dosa yang terjadi di antara waktu keduanya. Maj-tunibatil kabaa-iru. Selama dosa besar dijauhi. (HR. ath Thabrani, Ahmad dan al Haitsami).
Buat saya pribadi, (Ust.YM :red) jadwal shalat yang satu ke shalat yang satunya lagi adalah jadwal ketemuan sama Pemberi Solusi, Penjawab Doa, Pemberi Rizki, Pengatur Yang Maha Berkehendak, Pengatur Yang Berkuasa, Penyelamat, Pelindung, dan hal-hal besar lainnya yang melekat sama Allah. Jika pertemuan dengan pemodal lebih kita inginkan, maka berarti kita belom mengenal Allah. Apalagi jika sampe pertemuan dengan pemodal itu sampai mengalahkan waktu shalat. Itu tanda belom mengenal Allah. Jika sedang bermasalah, lalu minta bantuan sama polisi, lawyer, kenalan, yang kira-kira bisa membantu, bisa melindungi, bisa menyelamatkan, namun ke Allah nya malah belakangan, malah nanti-nanti, malah lebih condong kepada manusia, maka itu pun tanda bahwa belom mengenal Allah kali. Masih lebih kenal sama manusia. Jika sedang kekurangan, lalu datang bertamu ke orang kaya, ke tetangga, ke saudara, yang semuanya kita kenali sebagai yang bisa memberi bantuan, maka bisa jadi kerinduan akan shalat tidak ada. Sebab jika butuh bantuannya Allah, Allah bisa ditemui setiap saat. Dan saat-saat yang tepat, mustajab, adalah saat di mana datang waktu shalat dan shalat ditegakkan. Makanya doa setelah shalat itu adalah doa mustajab ya sebabnya itu. Jauh melebihi sekedar diterimanya kita sama manusia yang kita harapkan sementara manusia itu padahal belom  tentu bisa membantu. Mendengarkan saja beloman tentu. Kalaupun menerima dan mendengarkan, belom tentu juga mau membantu. Jika pun mau membantu, belom tentu sepenuh hatinya, bisa terus-terusan, tiada bosan, dan sanggup mencukupi semua yang kita butuhkan.
Maka ketahuilah, harusnya shalat itu dirindukan dari waktu ke waktunya. Coba getarkan hati, ya Allah, kapan waktu zuhur datang? Aku ini hendak mengadu kepada-Mu. Banyak sekali masalah di pagi hari ini. Gitu contohnya. Atau jadi media kita berterima kasih sama Allah: Ya Allah, di waktu shubuh ini aku datang kepada-Mu. Mau berterima kasih. Semalam aku bla bla bla… Nanti, di pagi hari dan siang hari ini aku akan dapat bla bla bla. Gitu. Rindu buat berterima kasih.
Atau dirindukan sebab mau laporan. Mau ngadu. Ba’da lohor, ada sms dari klien, bahwa dia mau ketemuan jam 17, mau bawa orang yang mau beli 1 unit perumahan yang sedang kita pasarkan. Duh, kita ga mau gagal. Sebab itu kepengen segera datang ashar supaya bisa kemudian melaporkan keadaan terakhir ba’da lohor tadi. Subhaanallaah.
Apalagi lewat hadits di atas, Allah menjanjikan ampunan buat kita atas dosa-dosa yang kita perbuat di antara dua waktu shalat. Kita ini betul-betul manusia yang buanyak sekali dosanya. Ada dosa tauhid yang saya perkenalkan di Kuliah Tauhid. Ini sangat layak meminta ampun kepada Allah. Sebab masuknya harusnya dosa besar. Dosa mempersekutukan Allah. Namun wallaahu a’lam, dianggap dosa enteng. Saya pun gegabah menyebutnya dosa tauhid. Namun jika Saudara mengikuti kajiannya, mungkin akan sepaham.
Begini, kita ini sering sekali “melangkahi” Allah. Melewati Allah. Allah tidak dijadikan poros, tidak dijadikan pusat, tidak dijadikan segala-galanya. Keterbatasan ilmu tauhid barangkali dan atau mungkin karena menganggap enteng yang beginian, sehingga disebut sebagai bukan kesalahan melainkan ikhtiar.
Ketika Saudara lapar, Saudara punya duit, langsung saja Saudara mencari tukang nasi. Kebetulan lagi tukang nasi lewat. Saudara panggil lah dia. Otak kita merespon demikian cepatnya. Munculkan lah “ingat akan Allah nya”, sekecil apapun peristiwa kita anggapnya. Begitu muncul rasa lapar, “Ya Allah, makasih ya, udah ngasih rasa lapar. Dan ketika rasa lapar ini menyerang, ada rizki yang Engkau beri.” Begitu mata melihat tukang nasi goreng lewat, “Alhamdulillah, makasih ya Allah, pas ada tukang nasi.” Dan bismillahnya mulai dari terbersit pengen nyari tukang nasi. Bukan pada saat nasi ini terhidang. Dan bahkan kebanyakan orang suka lupa bismillah. Allah ga diingat sama sekali. Jika tidak terlisankan, ya hadirkan hati lah. Kecuali bismillahnya. Kalo bisa diucapkan. Diborong di pagi hari, boleh. Di awal waktu mengatakan begini: Ya Allah, bismillaahirrohmaanirrohiim… Apapun yang saya lakukan, hitung ibadah ya… Insya Allah kelalaian saya tertutup oleh Kebaikan-Mu dan Kemurahan-Mu ya Allah.” Dengan “diborong” begini, bisa jadi agak selamat. Tapi yang top memang bisa dikasih visi misi di setiap kegiatan. Sehingga tidak ada aktifitas kecuali ia membawa kita kepada Allah. Dalam urusan makanan, beri visi misi dengan menambahkan niat misalnya. “Ya Allah, saya laper. Saya mau cari makanan dengan rizki-Mu ini. Agar saya bisa kembali bekerja. Saya niatkan makan ini untuk-Mu, dan kerja yang berikut untuk-Mu dan karena-Mu.”
Di Kuliah Tauhid, melalaikan yang begini-begini, disebutnya ya dosa. Atau kalau dosa sebutannya berat, ya kesalahan dah. Kesalahan melupakan Allah. Insya Allah dosa-dosa begini pun mudah-mudahan diampunkan ketika waktu shalat datang, kita ingat akan Allah dan shalat.
Belom lagi urusan-urusan yang besar. Wuah, suka bener-bener lupa deh sama Allah. Di urusan maksiat juga, masya Allah, jarang yang bisa bertahan ga kegoda. Namun andai ingat sama Allah, ya mudah-mudahan ga kegoda sama maksiat. Contoh. Jam 10 malam diajak ke tempat maksiat, sedang tadi barusan shalat, mudah-mudahan ada sedikit getar di hati, “Ga enak sama Allah. Baruuuuu saja ngadep tadi, masa sudah bermaksiat…? Betul loh. Baruuuu saja dosa antara maghrib dan isya diampuni Allah, masa sudah bikin maksiat baru ba’da isya. Apalagi nanti shubuh mau ngadep sama Allah, ga enak ngadep bawa dosa melulu.”

Saturday, 20 April 2013

Ready 2 Fight...!!!

Swimming Competation kali ini digelar di kampung sendiri, banyak banget pesertanya, sampai hampir-hampir semua medali yg ada dirampok oleh team tamu :(
tapi untungnya ga sampai kehabisan, SRP (Sekolah Renang Pioneer) masih dapet jatah di beberapa kategori.
Acara ini sebenernya sebagian dari GKP Sport Festival, yg waktu pembukaannya sempet dihadiri oleh calon WaGub (belum dilantik) Deddy Mizwar.

Thursday, 18 April 2013

Kaos Muslimah Sporty

Baju kaos / t-shirt yg modelnya sesuai syar-i emang agak sulit dicari
banyak yg lengannya udah panjang... tp panjang bagian bodynya ternyata msh ngatung
adalagi bagian bodynya udh panjang, tapi lebar bodynya sempit alias nge-press body
trus panjang & lebar udah oke, eee......motifnya yang ga menarik!

berasa kesulitan ini cukup mengganggu, akhirnya muncul inspirasi buat menerbitkan sendiri T-Shirt khusus muslimah yg modelnya sporty, fancy, tapi tetep sesuai syar-i
cocok buat anak2 PonPes yg biasanya punya aturan ketat buat kostum di negrinya.
cocok juga buat emak2 yg aktifitasnya bejubel/aktif, shg nyaman, aman, & tentram (halah... lebai)
so...
tunggu hasil produksi kami...

pengajuan Gugat Cerai

Sedikit berbagi deh,
barangkali nanti ada yg membutuhkan informasi, mengenai dokumen apa aja yg diperlukan dalam mengurus akte cerai (pengajuan gugat cerai), boleh disiapin ini:
  • fotocopy surat nikah yg di legalisir POS (biasanya kantor POS yg agak besar menyediakan pelayanan ini)     
  • surat nikah aseli (ga harus punya keduanya, salah satu aja bisa kok)     
  • bukti-bukti seperti surat pernyataan dari ex-bojo yg telah menyatakan talak atau bersedia menerima keputusan apapun dr PA, jika ex-bojo ga bisa or ga mau datang ke PA.  
selebihnya paling cuma perlu bayar uang administrasi yg meliputi biaya utk persidangan maupun surat panggilan. biaya tsb juga tergantung dari domisili keduabelah pihak, yg jika keduanya berada di 1 kota, tentunya lebih murah dibandingkan dg yg berada di lain kota. Biaya ini dibayarkan pada saat mendaftarkan pengajuan Gugatan, jangan lupa sertai dengan Surat Gugatan (ada formatnya) yg telah dibuat berdasarkan kasus yg kita alami (atau bisa juga isi formulir, lalu dibuatkan oleh pihak pengadilan)

o iya, jika domisili si tergugat tidak diketahui, ini harus dibuatkan surat gaib, yang menyatakan bahwa si tergugat tidak diketahui keberadaanya (biasanya harus sampai dengan tingkat Kecamatan penge-syah-annya) 

Informasi ini disampaikan bukan dg maksud utk mendukung agar temen2 melakukan hal tsb, krn yg namanya cerai tetep aja ga disukai Allah w/pun ini dibolehkan. tapi stidaknya bisa menambah wawasan :)

Wednesday, 17 April 2013

Ketok Palu juga akhirnya...

160413 sebelum dzuhur, akhirnya putusan PA Bekasi di bacakan;
bahwasanya telah diceraikannya aku dg ex-bojoku.
Para Hakim mengambil keputusan dengan berlandaskan keterangan yg disampaikan dari kdua saksi yg kubawa (sist&mymom), Alhamdulillah... :)
aku keluar ruang sidang dengan perasaan girang banget (layaknya lulus ujian sekolah), tapi dipikir2 cocok jg sih kalo dihubung2in dg ujian kehidupan ;p
akhirnya putusan itu dibacain jg setelah 3x sidang (Jan, Mar, Apr)
tapi sebnernya dari dalam lubukhatiku yg paling dalam (ciaelah)...
msh tersisa rasa...
apakah KetokPalu keputusan ini adalah hal yg perlu disyukuri/disesali..??????
sempet mysist nanya ke aku; "lega... gelo... senang... atau sedih?"
sekejap langsung kujawab lah...; "biasa aja kaleee...! :)"
secara gue emang udah terbiasa ngejalanin as singleparent slama kurleb 7th (dg status ngGantung)
so... it seem as ussually...
cuman skrg bedanya adl, status gue dah pasti as a widow
yg mana bisa mlakukan akad pernikahan lg, w/ pun gue belum yaqin ma nyali ndiri (msh brpikir 9573 x)
bukan maxut gue menutup diri / egois / whatever...
tapi yg ada dimata gue saat ini adalah...,
ada banyak masalah yg bakal dihadapi nanti jika gue mrubah status lg... (padahal, dg tidak mrubah pun... namanya idup pasti tetep aja dapet jatah ujian dr Allah juga yak...?)
semoga Allah selalu membimbing & menjaga kita untuk dapat menuju SurgaNya
inilah sebagian kecil dari episode khidupan kita layaknya sinetron :D
Life must Go On