Friday, 8 November 2013

Tempe vs Daging

 

sebenernya ini gara2 bbrp waktu lalu anak gw ada yg nyindir...(pas lg makan bekal, hbs latihan) "mosok mau jd atlet makanannya tempe?!"
alhasil gw jadi rada2 keQi, sebab dikira mereka, gw ga sanggup apa? ngasih makan anak yg lbh bergizi??? >_< padahal, anak gw lahap bgt krn tuh tempe diolah dg enak bingit... :P
so, please... cekidot...;

Kandungan Protein Tempe Lebih Tinggi dari Daging Sapi

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood

thumbnail Foto: nrdc.org/Thinkstock

Tempe memang lebih murah harganya dari daging sapi. Sumber protein andalan sebagian besar masyarakat ini tak bisa dianggap sepele. Kandungan protein dan zat nutrisi lain pada tempe bisa memenuhi sebagian kebutuhan nutrisi harian.

Aroma dan tekstur tempe sangat unik. Tak heran jika tempe juga digemari di dunia, bahkan menjadi bintang nutrisi saat ini. Tempe berasal dari biji kedelai yang difermentasi menggunakan ragi tempe atau kapang Rhizopus. Hasilnya biji kedelai merekat padat, secara umum berwarna putih dan rasanya sedikit masam. Dibungkus dengan daun pisang atau plastik transparan.

Tempe bongkrek, tempe gembus, tempe koro dan tempe kedelai merupakan jenis tempe yang banyak dikenal masyarakat Indonesia. Dikonsumsi di wilayah perdesaan hingga kota.

Tempe merupakan sumber protein nabati. Mengandung serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Kandungan antibiotika dan antioksidan di dalamnya dapat menyembuhkan infeksi serta mencegah penyakit degeneratif. Dalam 100 gram tempe mengandung 201 kkal energi, 20,8 g protein, 8,8 g lemak, 13,5 g karbohidrat dan 1,4 g serat.

Sedangkan daging merupakan sumber protein hewani. Bila dimasak dengan racikan bumbu, bisa meresap hingga ke dalam serat daging. Nutrisi penting didalamnya adalah protein, vitamin, mineral dan lemak.

Berdasarkan Tabel Nutrisi Bahan Pangan Indonesia per 100 g daging sapi mengandung kalori sebanyak 273 kkal, 17,5 g protein, dan 22 g lemak. Jumlah nutrisinya memang lebih sedikit dari tempe, meskipun nilai kalori lebih tinggi.

Tempe bisa dibeli dengan harga Rp. 1.000,00 per potong. Jauh lebih murah dari daging sapi yang perkilogram kini mencapai harga Rp.90.000,00. Masing-masing punya kelebihan. Namun, dengan harga terjangkau dan kandungan nutrisi hebat, tempe masih sangat diperlukan oleh masyarakat sebagai sumber protein nabati yang sehat dan murah.

Friday, 1 November 2013

Hadist2 ilmu (18)

Berikut kumpulan Hadist yg berhubungan dengan ilmu;
 
1. تَعَلَّمُوْاالْعِلْمَ ، فّإِنَّ تَعَلُّمُهُ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ، وَتَعْلِيْمَهُ لِمَن ْ لاَ يَعْلَمُهُ صَدَقَةٌ ، وَإِنَّ الْعِلْمَ لَيَنْزِلُ بِصَاحِبِهِ فِى مَوْضِعِ الشَّرَفِ وَالرِّفْعَةِ ، وَالْعِلْمُ زَيْنٌ لِأَهْلِهِ فِى الدُّنْيَا وَالأَخِرَةِ . (الربيع)
“Tuntutlah ilmu,sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat.” (HR. Ar-Rabii’)

2. يَا أَبَاذَرٍّ ، لَأَنْ تَغْدَوْا فَتُعَلِّمَ اَيَةً مِنْ كِتَابِ اللَّهِ خَيْرٌ لَّكَ مِنْ اَنْ تُصَلِّيَ مِائَةَ رَكْعَةٍ ، وَلَأَنْ تَغْدُوْا فَتُعَلِّمَ بَابًا مِنَ الْعِلْمِ عُمِلَ بِهِ اَوْ لَمْ يُعْمَلْ ، خَيْرٌ مِنْ اَنْ تُصَلِّيَ أَلْفَ رَكْعَةٍ . (ابن ماجة)
“Wahai Aba Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah telah baik bagimu dari pada shalat (sunnah) seratus rakaat, dan pergi mengajarkan satu bab ilmu pengetahuan baik dilaksanakan atau tidak, itu lebih baik dari pada shalat seribu rakaat.” (HR. Ibn Majah)

3. تَعَلَّمُوْا الْعِلْمَ وَتَعَلَّمُوْا لِلْعِلْمِ السَّكِيْنَةَ وِالْوَقَارَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَعَلَّمُوْنَ مِنْهُ . (الطبرانى)
“Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu.” (HR. Al-Thabrani)

4. لاَ تَعَلَّمَوْ ا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوْا بِهِ الْعُلَمَاءَ ، وَلاَ لِتُمَارُوْا بِهِ السُّفَهَاءَ وَلاَ تَجْتَرِثُوْابِهِ فِى الْمَجَالِسِ اَوْ لِتَصْرِفُوْا وُجُوْهَ النَّاسِ إِلَيْكُمْ ، فَمَنْ فَعَلَ ذَالِكَ فَالنَّارَ فَالنَّارَ . (الترمذى وابن ماجة)
“Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam mejelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka…neraka. (HR. Al-Tirmidzi dan Ibn Majah)

5. مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا ، سَهَّلَ اللَّهُ بِهِ طِرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ . (أبو داود)
“Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surge.” (HR. Muslim)

6. مُجَالَسَةُ الْعُلَمَاءِ عِبَادَةٌ . (الديلمى )
“Duduk bersama para Ulama adalah ibadah.” (HR. Al-Dailami)

7. إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوْا ، قَالُوْا : يَارَسُوْلَ اللَّهِ ، وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ ؟ قَالَ : مَجَالِسُ الْعِلْمِ . (الطبرانى)
“Apabila kamu melewati taman-taman surge, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya,”Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman surga itu?” Nabi SAW menjawab,”majelis-majelis ta’lim.” (HR. Al-Thabrani)

8. مَنْ سُئِلَ عَنْ عِلْمٍ فَكَتَمَهُ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُلْجَمًا بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ . (أبو داود)
“Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dirahasiakannya maka dia akan dating pada hari kiamat dengan kendali (di mulutnya) dari api neraka.” (HR. Abu Dawud)

9. اَلْعَالِمُ إِذَا أَرَادَ بِعِلْمِهِ وَجْهَ اللَّهِ تَعَالَى هَابَهُ كَلُّ شَيْئٍ ، وَاِذَا اَرَادَ أَنْ يَكْنِزَ بِهِ الْكُنُوْزَ هَابَ مِنْ كُلِّ شَيْئٍ . (الديلمى)
“Seorang alim apabila menghendaki dengan ilmunya keridhoan Allah maka ia akan ditakuti oleh segalanya, dan jika dia bermaksud untuk menumpuk harta maka dia akan takut dari segala sesuatu.” (HR. Al-Dailami)

10 . إِنِّى أَخَافُ عَلَى اُمَّتِيْ أَعْمَالاً ثَلاَثَةً : زَلَّةُ عَالِمٍ ، وَحُكْمُ جَائِرٍ ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ . ( الشهاب)
“Yang aku takuti terhadap umatku ada tiga perbuatan, yaitu kesalahan seorang ulama, hokum yang zalim, dan hawa nafsu yang diperturutkan.” (as-Syihaab)

11 . إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ القِيَامَةِ عَالِمٌ لَمْ يَنْفَعْهُ اللَّهُ بِعِلْمِهِ . ( البيهقي )
“Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat.” (al-Baihaqy)

12. إِذَا رَأَيْتَ الْعَالِمَ يُخَالِطُ السُلْطَانَ مُخَالَطَةً كَثِيْرَةً ، فَاعْلَمْ بِأَنَّهُ لِصٌّ . ( الديلمى )
“Apabila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa maka ketauhilah bahwa dia adalah pencuri.” (al-Daylami)

13. اَلْعَالِمُ بِغَيْرِ عَمَلٍ كَالْمِصْبَاحِ يَحْرِقُ نَفْسَهُ . ( الديلمى )
“Seorang ulama yang tanpa amalan seperti lampu membakar dirinya sendiri (berarti amal perbuatan harus sesuai dengan ajaran-ajarannya) (al-Daylami)

14. إِنَّ مِنْ إِجْلاَلِ اللَّهِ ، إِكْرِامَ الْعِلْمِ وَ الْعُلَمَاءِ ، وَذِى الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ ، وَإِكْرَامَ حَمَلَةَ الْقُرْاَنِ وَ أَهْلِهِ ، وَ إِكْرَامَ السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ . ( ابوداود والطوسى )
“Termasuk mengagungkan Allah ialah mengormati (memuliakan) ilmu, para ulama, orang tua yang muslim dan para pengemban Al-Qur’an dan ahlinya, serta penguasa yang adil (Abu Dawud, dan al-Thusiy)

15. اِنَّ اللَّهَ لاَيَقْبِضُ الْعِلْمَ اَنْتِزَاعًا يَنْتَزْعُهُ مِنَ النَّاسِ ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ ، حَتَّى اِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا ، اِتَّخَذَ النَّاسُ رُؤَسَاءَ جُهَّالاً ، فَسُئِلُوْا فَأَفْتَوْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ، فَضَلُّوْا وَ اَضَلُّوْا . ( متفق عليه )
“Sesungguhnya Allah tidak menahan ilmu dari manusia dengan cara merenggut tetapi dengan mewafatkan para ulama sehingga tidak tersisa seorang alim. Dengan demikian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang dungu lalu ditanya dan dia diberi fatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan (Bukhari , Muslim)

16. قَلِيْلُ الْعِلْمِ خَيْرٌ مِنْ كَثِيْرِ الْعِبَادَةِ ، وَكَفَى بِالْمَرْءِ فِقْهًا إِذَا عَبَدَ اللَّهَ وَكَفَى بِالْمَرْءِ جَهْلاً إِذَا أُعْجِبَ بِرَأْيِهِ . ( الطبرانى )
“Sedikit ilmu itu lebih baik dari banyak ibadah, cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri.” (Al-Thabraniy)

17. تَجَاوَزُوْا عَنْ ذَنْبِ السَّخِيِّ وَزَلَّةِ الْعَالِمِ وَسَطْوَةِ السُّلْطَانِ الْعَادِلِ ، فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى اَخِذٌ بِيَدِهِمْ كُلَّمَا عَثَرَعَاشِرٌ مِنْهُمْ . ( البخارى )
“Maafkanlah dosa orang yang murah hati, kekeliruan seorang ulama dan tindakan seorang penguasa yang adil. Sesungguhnya Allah Ta’ala membimbing mereka apabila ada yang tergelincir.” (Bukhari)

18. تَنَاصَحُوْا فِى الْعِلْمِ ، وَلاَ يَكْتُمْ بَعْضُكُمْ بَعْضُا ، فَإِنَّ خِيَانَةً فِى الْعِلْمِ أَشَدُّ مِنْ خِيَانَةٍ فِى الْمَالِ . ( ابو نعيم )
“Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumannya dari pada berkhianat dalam harta.” (Abu Nu’ai)
 

Monday, 30 September 2013

“Nanti aku perginya sama umi ya Mi…?!?”

mirip ga sama pemerannya? :)

Tahun ini, YangKong sudah mendapat kesempatan pergi ke Tanah Suci. Melihat antusiasnya dalam mempersiapkan pelaksanaan ibadah yg merupakan rukun islam yg terakhir itu, aku jadi semakin mikirin, galau kata ABG bilang, mikirin… kapan ya, aku juga bisa berangkat? Trus selang waktu berlalu, mulai muncul pertanyaan, kalo pergi sendirian… ga ada muhrimnya dong??? Ah, biarin lah, orang lain jg banyak yg sendirian toh bisa bisa aja tuh…

Selama YangKong ada di Tanah Suci, kami sekeluarga memang jadi lebih perhatian sama berita2 yg berkaitan dengan keadaan di Tanah Suci, mengikuti jadwal2 yg udah dikasih Yangkung ketika berada disana, kadang telpon2an, & pengennya sih kalo bisa ViCall-an…, tapi berhubung HP Yangkung ga support, alhasil ya bisanya cuma dengerin suara YangKong doangan… :D
guanteng kan si BOSS... :p

Already miss him so much…
Semoga Allah selalu menjaga & melindunginya
& kembali ke Tanah Air dengan meraih Haji Mabrur
Aamiin YRA…

Dan tiba di satu ketika, baru aja habis nonton berita tentang jamaah Haji, my girl nyeletuk, “nanti aku perginya sama umi aja ya Mi…?!?” o..ouw… selama ini ga pernah nyampe pikiranku bakal ada yg nemenin pergi Haji krn statusku yg widow, tapi ternyata, lain yg ada dipikiran my daughter… kami memang selalu ada berdua, memang rasanya ada yg hilang jika sedang tidak bersama, dia sibuk dengan kegiatannya dan aku pun sibuk dengan urusanku, tapi tetep aja memang saling mikirin.

Kalimat itu lumayan bikin aku sekejap tertegun, tersentak, n sedikit terharu (lebai y?), menyadarkanku bahwa aku tak selamanya dalam kesendirian, InsyaAllah kami akan selalu saling support satu sama lain, Aamiiin YRA

Puteri kecilku…
Semakin bertambah usia… tak terasa…
Semoga semakin bertambah Sholeha…
Semoga menjadi manusia yg Sukses baik di Dunia m/pun di Akherat…
Rasanya tak sanggup jika harus melepasmu mengikuti pendidikan di pondok pesantren
Namun memang tidak banyak ilmu yg dapat kuberi untukmu jika kamu tetap bersamaku
Maka aku memang harus mempersiapkan diri, menyadari, bahwa kamu hanyalah titipanNya
Ikhtiarku adl menitipkanmu di sekolah tsb, agar nantinya kamu bisa kembali dengan bekal ilmu yg bisa kau bagi ke kami…
Agar kita semua senantiasa dalam lindungan & di selamatkan Nya
Aamiiin… Aamiiin… Aamiiin… YRA

Luv u my girl… :)

Thursday, 29 August 2013

Coklat Monggo



Seklumit oleh2 cerita dari mudik yang dadakan…
Rasanya memang ga pernah puas kalo dapet kesempatan beredar di Jogja (berasa kuraaang aja waktunya), sebab Jogja sekarang semakin kreatip aja dibanding dengan Jogja yang dulu (sok stay lama, padahal cuman 5 taon masa kuliah doang :P )
Di sisa waktu yang sangat2 terbatas, nyempetin mampir Malioboro, nyari pin kulkas buat ole2 ke negeri Jiran (myBro’sClinic), nemenin myNiece intip2 dikit yg namanya pusat belanja kerajinan Jogja, mampir kilat (keburu-buru udah mau nutup) ke Mirota Batik (yg bener2 kumplit & bagus2 kerajinan, batik, maupun souvenirnya).

Pulangnya, mampir ke restoran ice cream yg di deket stadion Kridosono (lupa apa namanya), tempatnya cozy tapi harganya pun relatif berasa (gak murah), tapi kualitasnya bagus sih… (enaaaak J ), disitu juga jualin beberapa oleh2 khas Jogja, salah satunya adalah Coklat Monggo. Sebelumnya emang pernah denger tentang nih product, tapi setelah denger lagi harganya yg agak2 mahal dibanding coklat pasaran, sempet males aja hunting nih product…
Tapi myBro malah ngebeli tuh coklat, kami penasaran & langsung aja makan si coklat Monggo ketika masih di parkiran, & ternyataaa….
Beuh…. Mantebbb bangeddd deh rasanya. 
kami nyobain yg caramello & strawberry
jujur gue ga suka sama yg karamel2 gitu (sebab umumnya lengket2 alot nyebelin), tapi caramel di coklat monggo kok rasanya enak bingittt! tumben2 gw doyan, sampe myBro berasa herankeheranan...
Kepikiran besok lagi aja deh hunting tuh coklat buat oleh2 sekalian (berhubung malam sudah sangat larut, ciaelah…)

Namun nasib berkata lain, esok harinya aku ga kebagian waktu buat ngebeli tuh coklat Monggo L
Tapi info dari webnya http://www.chocolatemonggo.com nih coklat masih bisa dibeli di Jakarta (beberapa Carrefour, Circle K, etc) maupun kota2 lainnya, alhasil kuciwaku ga terlalu berlebihan ala lebaiy :D
Dan iseng-iseng kubuka halaman webnya onebyone, begitu banyak cerita maupun asal-usul tentang coklat itu sendiri yg membuatku semakin salut sama yg namanya Coklat Monggo, udah enak bingittt, informatif, educative, kreatif, *apalagi yg kurang ya? sambil mikir (silahkan kalo ada yg mau nambahin)

Cuman memang web nya juga ada sedikit kekurangan (menurut gue), dimana “contact monggo”nya Cuma;

Ga nge-link langsung to CSnya, entah kenapa. Disitu Cuma ada 2 alamat email yang buat marketing & info, terus kalo mau input kesan/pesan/kritik kemana dong? So far lumayan lah daripada lumanyun :)

Pokoknya buat kalian yg masih ragu2 *seperti gw pada awalnya, gue jamin kaga nyesel dah! klo udah ngelumerin nih coklat didalem mulut lo pren… :D yummy yummy yummy…. 
fyi, harganya berkisar dimulai dari 13rb-an sampe berikutnya (@showroom),   
tapi kalo udh nyampe outlet, harganya makin bervariatif (naek sdikit lah).

It’s different taste from other chocolates (coz citarasa belgianya kali ya??)
I like I like I like it bangeddd

==========================================================================
Apr 30 - Mei 1 '14
aeeennnnd...,
we go to djokdja again...
this is it...
enyaaaak :9

@ IDR 15.000 in Apr 2014

harganya di showroom 50rb isi 24 pcs (in Apr 2014)

lalu bungkus lah...
recycle paper :)


get the brochure...







Wednesday, 8 May 2013

UMROH

Beberapa hari terakhir, aplikasi di kantor telah mengalami kekacauan, alhasil diriku pun tidak bisa melakukan rutinitas yang telah menjadi tugasku sehari-hari di kantor. Bingung mau ngapain…, akhirnya kantuk menyerangku… :O:o Lalu yang kulakukan adalah perbuatan-perbuatan yang ga jelas, google-ing…, sampai ada satu kata yang membuatku sedikit penasaran… UMROH.

Rukun Islam yang kelima adalah Haji, tapi mengingat jatah porsi untuk pergi haji di Jakarta adalah lebih dari 10th setelah mendaftar, maka apa salahnya jika yang kulakukan adalah menjalani Umroh terlebih dahulu. Mulai mengintip range biaya yang diperlukan untuk ibadah tersebut; Mulai dari 1500 sampai dengan 3000 USD. Bedanya adalah, semakin mahal… maka lokasi hotelnya pun akan semakin dekat. Dan begitu pun paket souvenirnya, semakin mahal… ya semakin komplit lah. Ada yg menawarkan dengan DP 350 USD, ada yang menawarkan beli 10 gratis 1, dll Kesemuanya cukup menggugah hasratku akan kepergian ke tanah suci… it’s my dream… Really-really need it Ya Allah, Engkau lah Maha Pemilik semua yang ada di Alam semesta ini Jika sekian banyak orang yang telah engkau berangkatkan kesana, pasti tak kan luput juga hambamu yang satu ini untuk juga bisa diberangkatkan kesana (Ya kan ya Allah???) :)

Belakangan ini memang yang namanya wisata ke luar negri menjadi trend, mulai dari Negara tetangga (Singapore, KL, Thailand, Timor juga gak?) sampai ke daratan benua Eropa & Australia. Kenapa ya, orang-orang itu merasa bangga & lebih puas jika sudah bisa melakukan perjalanan wisata tersebut? Padahal kan manusia Cuma diberikan jatah hidup di dunia ini gak lama (mampir doang) Entah memang aku yang naïf atau ga gaul… ga habis pikir gue
Makanya dengan tulisan ini, sedikit berharap agar kita bisa sharing, seberapa penting kah ke-iman-an untuk didahului dibanding dengan ke-duniawi-an. Dan bahwa kehidupan yang kekal adalah di akherat yang miliki Surga & Neraka,  Jika Sejuk, kesejukannya pun pastilah Hebat Jika Panas, kepanasannya pun juga pastilah juga Luar Biasa Ya Allah, semoga Engkau selalu membimbing & melindungi kami, Aamiin YRA…

SHOLAT cegah perbuatan Keji & Mungkar By Ust. Yusuf Mansyur (Materi KulOn)



… aqimish-sholaata. Innash-sholaata tanhaa ‘anil fakhsyaa-i wal munkar. Wa ladzikruwloohi akbar. Wawloohu ya’lamu maa yashna’uun. … Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (baca: Shalat) adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. al Ankabuut: 45).
Dalam pada itu, didapati kenyataan sebaliknya. Masjid-masjid kosong, dan teramat sedikit yang shalat dengan segenap jiwa raganya. Dan didapati pula banyak yang mengerjakan shalat, namun maksiat tetap terlaksana “dengan baik”.
Bisa pula lantaran memang ketiadaan ilmu tentang shalat.
Ash-sholawaatu kaffaarotun limaa bainahunna. Antara shalat fardhu ke shalat fardhu berikutnya adalah penebus dosa yang terjadi di antara waktu keduanya. Maj-tunibatil kabaa-iru. Selama dosa besar dijauhi. (HR. ath Thabrani, Ahmad dan al Haitsami).
Buat saya pribadi, (Ust.YM :red) jadwal shalat yang satu ke shalat yang satunya lagi adalah jadwal ketemuan sama Pemberi Solusi, Penjawab Doa, Pemberi Rizki, Pengatur Yang Maha Berkehendak, Pengatur Yang Berkuasa, Penyelamat, Pelindung, dan hal-hal besar lainnya yang melekat sama Allah. Jika pertemuan dengan pemodal lebih kita inginkan, maka berarti kita belom mengenal Allah. Apalagi jika sampe pertemuan dengan pemodal itu sampai mengalahkan waktu shalat. Itu tanda belom mengenal Allah. Jika sedang bermasalah, lalu minta bantuan sama polisi, lawyer, kenalan, yang kira-kira bisa membantu, bisa melindungi, bisa menyelamatkan, namun ke Allah nya malah belakangan, malah nanti-nanti, malah lebih condong kepada manusia, maka itu pun tanda bahwa belom mengenal Allah kali. Masih lebih kenal sama manusia. Jika sedang kekurangan, lalu datang bertamu ke orang kaya, ke tetangga, ke saudara, yang semuanya kita kenali sebagai yang bisa memberi bantuan, maka bisa jadi kerinduan akan shalat tidak ada. Sebab jika butuh bantuannya Allah, Allah bisa ditemui setiap saat. Dan saat-saat yang tepat, mustajab, adalah saat di mana datang waktu shalat dan shalat ditegakkan. Makanya doa setelah shalat itu adalah doa mustajab ya sebabnya itu. Jauh melebihi sekedar diterimanya kita sama manusia yang kita harapkan sementara manusia itu padahal belom  tentu bisa membantu. Mendengarkan saja beloman tentu. Kalaupun menerima dan mendengarkan, belom tentu juga mau membantu. Jika pun mau membantu, belom tentu sepenuh hatinya, bisa terus-terusan, tiada bosan, dan sanggup mencukupi semua yang kita butuhkan.
Maka ketahuilah, harusnya shalat itu dirindukan dari waktu ke waktunya. Coba getarkan hati, ya Allah, kapan waktu zuhur datang? Aku ini hendak mengadu kepada-Mu. Banyak sekali masalah di pagi hari ini. Gitu contohnya. Atau jadi media kita berterima kasih sama Allah: Ya Allah, di waktu shubuh ini aku datang kepada-Mu. Mau berterima kasih. Semalam aku bla bla bla… Nanti, di pagi hari dan siang hari ini aku akan dapat bla bla bla. Gitu. Rindu buat berterima kasih.
Atau dirindukan sebab mau laporan. Mau ngadu. Ba’da lohor, ada sms dari klien, bahwa dia mau ketemuan jam 17, mau bawa orang yang mau beli 1 unit perumahan yang sedang kita pasarkan. Duh, kita ga mau gagal. Sebab itu kepengen segera datang ashar supaya bisa kemudian melaporkan keadaan terakhir ba’da lohor tadi. Subhaanallaah.
Apalagi lewat hadits di atas, Allah menjanjikan ampunan buat kita atas dosa-dosa yang kita perbuat di antara dua waktu shalat. Kita ini betul-betul manusia yang buanyak sekali dosanya. Ada dosa tauhid yang saya perkenalkan di Kuliah Tauhid. Ini sangat layak meminta ampun kepada Allah. Sebab masuknya harusnya dosa besar. Dosa mempersekutukan Allah. Namun wallaahu a’lam, dianggap dosa enteng. Saya pun gegabah menyebutnya dosa tauhid. Namun jika Saudara mengikuti kajiannya, mungkin akan sepaham.
Begini, kita ini sering sekali “melangkahi” Allah. Melewati Allah. Allah tidak dijadikan poros, tidak dijadikan pusat, tidak dijadikan segala-galanya. Keterbatasan ilmu tauhid barangkali dan atau mungkin karena menganggap enteng yang beginian, sehingga disebut sebagai bukan kesalahan melainkan ikhtiar.
Ketika Saudara lapar, Saudara punya duit, langsung saja Saudara mencari tukang nasi. Kebetulan lagi tukang nasi lewat. Saudara panggil lah dia. Otak kita merespon demikian cepatnya. Munculkan lah “ingat akan Allah nya”, sekecil apapun peristiwa kita anggapnya. Begitu muncul rasa lapar, “Ya Allah, makasih ya, udah ngasih rasa lapar. Dan ketika rasa lapar ini menyerang, ada rizki yang Engkau beri.” Begitu mata melihat tukang nasi goreng lewat, “Alhamdulillah, makasih ya Allah, pas ada tukang nasi.” Dan bismillahnya mulai dari terbersit pengen nyari tukang nasi. Bukan pada saat nasi ini terhidang. Dan bahkan kebanyakan orang suka lupa bismillah. Allah ga diingat sama sekali. Jika tidak terlisankan, ya hadirkan hati lah. Kecuali bismillahnya. Kalo bisa diucapkan. Diborong di pagi hari, boleh. Di awal waktu mengatakan begini: Ya Allah, bismillaahirrohmaanirrohiim… Apapun yang saya lakukan, hitung ibadah ya… Insya Allah kelalaian saya tertutup oleh Kebaikan-Mu dan Kemurahan-Mu ya Allah.” Dengan “diborong” begini, bisa jadi agak selamat. Tapi yang top memang bisa dikasih visi misi di setiap kegiatan. Sehingga tidak ada aktifitas kecuali ia membawa kita kepada Allah. Dalam urusan makanan, beri visi misi dengan menambahkan niat misalnya. “Ya Allah, saya laper. Saya mau cari makanan dengan rizki-Mu ini. Agar saya bisa kembali bekerja. Saya niatkan makan ini untuk-Mu, dan kerja yang berikut untuk-Mu dan karena-Mu.”
Di Kuliah Tauhid, melalaikan yang begini-begini, disebutnya ya dosa. Atau kalau dosa sebutannya berat, ya kesalahan dah. Kesalahan melupakan Allah. Insya Allah dosa-dosa begini pun mudah-mudahan diampunkan ketika waktu shalat datang, kita ingat akan Allah dan shalat.
Belom lagi urusan-urusan yang besar. Wuah, suka bener-bener lupa deh sama Allah. Di urusan maksiat juga, masya Allah, jarang yang bisa bertahan ga kegoda. Namun andai ingat sama Allah, ya mudah-mudahan ga kegoda sama maksiat. Contoh. Jam 10 malam diajak ke tempat maksiat, sedang tadi barusan shalat, mudah-mudahan ada sedikit getar di hati, “Ga enak sama Allah. Baruuuuu saja ngadep tadi, masa sudah bermaksiat…? Betul loh. Baruuuu saja dosa antara maghrib dan isya diampuni Allah, masa sudah bikin maksiat baru ba’da isya. Apalagi nanti shubuh mau ngadep sama Allah, ga enak ngadep bawa dosa melulu.”