Thursday, 22 January 2015

syarrappan phaggie dooloo...

Allâhumma inni audzubika min ilmin laa yanfa’u wamin qolbi laa yakhsya’u, wamin nafsin laa tasyba’u, wamin da’watin laa yustajabu laha.
Artinya : “Ya Allâh, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.”
HR Muslim 4899


“Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah ang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik]”, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.” Ketika, Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun menyebut do’a sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamperintahkan padaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
HR. Muslim no. 918
 
 
dari Abu Dzarr,
"Rasululloh memerintahkan kepadaku 7 perkara:
  1. memerintahkan kepadaku agar mencintai orang-orang miskin agar dekat dengan mereka.
  2. memerintahkan kepadaku agar aku memandang orang yang lebih rendah daripadaku dan tidak melihat orang yang lebih tinggi daripadaku (dalam hal kekayaan).
  3. memerintahkan kepadaku agar aku menyambung silaturahmi, meskipun mereka memutuskannya.
  4. memerintahkan kepadaku agar aku tidak meminta sesuatu pun kepada seseorang.
  5. memerintahkan kepadaku agar aku berkata benar meskipun pahit.
  6. memerintahkan kepadaku agar aku tidak takut celaan orang yang mencela di jalan Alloh.
  7. dan memerintahkan kepadaku agar memperbanyak mengucapkan ‘la haula walaa quwwata illa billaah’ (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan seizin Alloh).
sebab ketujuh perkara tersebut termasuk harta simpanan di bawah ‘Arsy.

HR Ahmad (V/159) shahih.

Wednesday, 14 January 2015

...

bingung dengan sikapnya,
usia udah 40 lebih, tapi masih bersikap semaunya,
punya anak 4 minus 1, tapi kayak ga mikirin masa depan anak2nya...
ditinggal bini pergi tapi teteup ga nyadar juga
malah sibuk dengan skenario kalutnya hidup

yang lain udah berlari kedepan
melanjut mencari & meraih kehidupan yang lebih baik
tapi yg ini cuek, diem aja, bodo amat...
padahal waktu terus berjalan... berputar...

kasian dengan orangtuanya
(dimana idealnya ortu yang lansia seharusnya tinggal menuai keberhasilan dr anak2nya)
kasian dengan anak2nya
(dimana hak anak untuk mendapat pendidikan yang baik serta tercukupi sandang/pangan/papannya)
kasian dengan dirinya
melewati waktu begitu saja dengan kesia2an

prihatin...
segala nasehat sudah dirasa tertumpah
namun belum ada pencerahan
akhirnya, hanya mampu mendoakan;
Semoga cepat tersadar
sebelum sang khalik memanggilnya
ringan kan lah beban yang tersandang pada orangtuanya y Allah,
dan mampukan kami untuk menghadapi dan menjalani ini semua

aamiiin YRA

Monday, 15 December 2014

TANDA-TANDA MATINYA HATI

Di antara tanda-tanda hati yang mati:
  1. Tarkush sholah" Berani meninggalkan sholat fardhu, 
  2. Adzdzanbu bil farhi" Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar (QS 7:3), 
  3. Karhul Qur’an" Tidak mau membaca bahkan menjauh dengan ayat-ayat Al-Qur’an, 
  4. Hubbul ma’asyi" Terus menerus ma’siyat, 
  5. Asikhru" Sibuknya hanya mempergunjing dan buruk sangka dan merasa dirinya selalu lebih suci, 
  6. Ghodbul ulamai" Sangat benci dengan nasehat baik dan ulama, 
  7. Qolbul hajari" Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, kuburan dan akhirat, 
  8. Himmatuhul buthnu" Gilanya pada dunia tanpa peduli halal haram yang penting kaya, 
  9. Anaaniyyun" sama sekali masa bodoh keadaan orang lain, saudara bahkan bisa jadi keluarganya sekalipun menderita, 
  10. Al intiqoom" Pendendam hebat, 
  11. Albukhlu" sangat pelit, 
  12. Ghodhbaanun" cepat marah karena keangkuhan dan dengki. 
"Semoga ALLAH selalu menghiasi hati kita dengan keindahan, kekuatan dan kenikmatan iman…aamiin".
diambil dari status FBnya K. H. Muhammad Arifin Ilham

Friday, 7 November 2014

STATUS GIZI by Body Mass Index (BMI)

Apa yang di maksud dengan indeks massa tubuh atau BMI?


Indeks massa tubuh atau dikenal sebagai BMI, adalah perhitungan sederhana dengan menggunakan perbandingan tinggi dan berat badan seseorang.

                                         < 18,5     dianggap kekurangan berat badan.
                                         18.5-25   Normal

                                         25-30      dianggap kelebihan berat badan.
                                         > 30        Obesitas

kalo buat anak-anak, grafiknya beda lagi, kayak gini nih...

naaah...
sekarang coba input TB & BB ke Body Mass Index Calculator di sebelah kiri atas blog ini,
berapa hasilnya? terus, cocokin deh dg grafik di atas, semoga sesuai dengan harapan ya.... :)



Wednesday, 27 August 2014

MENDIDIK ANAK UNTUK JADI CERDAS ATAU BIJAKSANA ?

SI CERDAS DAN SI BIJAK

Suatu hari disebuah desa dekat Hutan ada seorang anak muda yang cerdas, yang sering mengamati burung2 di hutan tersebut.

Saking cerdasnya hanya dengan kicauannya saja, anak tersebut selalu tepat menyebutkan jenis apa burung tersebut, dan bahkan tidak hanya itu dari kepakan sayap saja, dari kejauhan ia bisa menduga burung apa gerangan yang ada di atas pohon di hutan tsb.

Karena cerdasnya ia oleh penduduk desa di panggil sebagai "si Cerdas".

Namun demikian di desa itu juga terkenal ada seorang pertapa yang terkenal sangat bijak; dan karena pemikirannya yang bijak di panggilan pertapa tersebut "si Bijak."

Suatu ketika si anak ini ingin bahwa penduduk desa lebih menghormati dirinya dari pada si Bijak pertapa tadi, maka akhirnya ia mengajak penduduk desa untuk ramai2 mendatangi si bijak bersama anak tersebut untuk menguji pemikiran siapa yang lebih baik di antara mereka.

Pagi2 sekali si Cerdas sudah pergi ke hutan untuk menangkap seekor burung kecil, lalu burung di pegang dan di bawa ketempat tinggal sang pertapa.

Rupanya disana sudah banyak sekali penduduk dusun tersebut berkumpul untuk menunggu datangnya Si Cerdas untuk menunjukkan kebolehannya di depan Si Bijak, sang pertapa.

Wah senang sekali hati si anak cerdas ini;
"Sekaranglah saatnya penduduk kampung bisa melihat siapa diantara kita yang lebih hebat dan lebih patut di hormati di kampung ini". Pikirnya dalam batin.

Terlihat disana Sang pertapa sedang duduk santai memejamkan mata, sambil duduk bersila di atas pertapaanya dengan posisi teratai.

Tiba2 dari kejauhan di depan sang pertapa anak ini berteriak;
"Hai pertapa aku ingin mengujimu apakah memang benar jika kamu itu tahu segalanya? "

Mendengar teriakan yang sangat keras itu Sang Pertapa perlahan membuka matanya yang terpejam, dan tersenyum lembut sambil berkata; "Ada apa anakku ?"

Lalu sekali lagi anak itu berteriak: "Aku ingin membuktikan apakah memang benar kamu adalah orang yang bisa mengetahui segalanya ?"

Lalu Sang pertapa kembali tersenyum lembut.....tanpa berujar apapun.

"Kalau memang kamu tahu segalanya; ini di tanganku aku sedang memegang seekor burung kecil"
(tangan anak itu di sembunyikan di belakang pinggangnya hingga tak terlihat oleh Sang Pertapa).

"Coba kamu tebak apakah burung yang ada di genggaman tanganku ini dalam keadaan hidup atau mati ?"

Lalu pertapa itu kembali tersenyum lembut.....

"Ayo cepat tebak !", teriak si anak muda dengan tidak sabar.

"Ayo tebak, jangan hanya tersenyum2 saja, ayo segera buktikan jika memang tebakanmu kali ini benar, agar penduduk desa ini bisa segera mengetahui kamu atau aku yang lebih hebat."
Teriak si anak dengan lantangnya.

Sambil tersenyum lembut; Sang pertapa menjawab;
"Tentu saja burung yang ada di tanganmu itu dalam keadaan mati Nak"

"Ha...ha....ha...., anak itu tertawa dengan puas, lihatlah ternyata kali ini kamu salah!, dan betapa bodohnya kamu, tidak bisa menjawab pertanyaanku yang sangat mudah ini." Teriak anak si anak cerdas, sambil melepas burung kecil itu untuk terbang bebas ke angkasa.

Dan penduduk desa itupun segera saja bersorak2 mengelu-elukan si Anak cerdas ini.

"Dasar orang tua bodoh, menjawab masalah seperti ini saja kamu tidak bisa dan jalas2 salah." Teriak anak tersebut sambil melihat kepada penduduk desa yang menyaksikan unjuk kebolehan tersebut.

Sambil tersenyum Pertapa Bijak itu berkata;

"Anakku sayang; tidak apa nak, kali ini aku menjadi terlihat bodoh didepan semua orang yang hadir disini"

"Aku memilih terlihat bodoh untuk membuat burung itu tetap hidup di genggaman tanganmu, aku memilih menjadi terlihat bodoh agar burung tersebut bisa segera engkau lepaskan dan terbang kembli ke sarangnya di atas pohon sana agar bisa segera memberi makan anak-anaknya."

"Bukankah sejak pagi engkau telah menangkap burung itu, dan sejak pagi pula anak-anak burung itu menunggu orang tuanya kembali untuk memberinya makan?"

"Aku memilih terlihat bodoh karena aku sadar bahwa nasib burung kecil itu dan anaknya sangat tergantung dari jawabanku kepadamu."

Dan sejenak penduduk desa tertegun mendengar jawaban sang pertapa bijak tersebut, dan setelah memahami arti ucapan dari sang pertapa; maka serentak penduduk desa tersebut berbaris dan memberi hormat yang tulus pada sang pertapa bijak tersebut.

Begitu pula si anak cerdas tadi, perlahan2 iapun menyadari betapa hebatnya pemikiran si kakek tua ini.

Dan terlihat iapun membungkukkan badannya untuk memberi hormatnya pada Sang pertapa bijak tadi.

Nah... bagi anda sendiri pelajaran apakah yang bisa kita dapatkan dari kisah ini...?

- by ayah edy -
Awal Agustus 2013 from http://ayahkita.com/

RENUNGAN TERBAIK UNTUK PARA ORANG TUA

BERNAHKAH HIDUP KITA SUDAH MENGALAMI KEMAJUAN ??

Saat ini kita semua berada diabad milenium.
Yah Kita semua.......

Kita semua adalah orang2 modern dg berbagai kemajuan yg luar biasa berhasil kita capai..

Kita sering merasa telah berhasil menciptakan peradaban yg jauh lebih baik. Tapi apa memang demikian...??

Cobalah sejenak kita renungkan, apakah benar kita berhasil atau malah gagal menciptakan peradaban yg lebih baik dari generesi penerus terdahulu kita...

Perhatikan .......
Kita telah berhasil membangun gedung2 yg lebih tinggi tapi belum berhasil membangun kesabaran yg .....................

Kita berhasil membangun jalan yg bebas hambatan yg begitu hebat. Tapi memiliki sudut pandang yg semakin sempit.

Kita berhasil mencari uang lebih byk tapi memiliki waktu yg lebih sedikit.

Kita memiliki rumah yg lebih besar tapi keluarga yg jauh lebih kecil..

Kita memiliki rumah yg lebih banyak tapi lebih sedikit kita tinggali.

Kita memiliki lebih banyak gelar tapi logika yg makin sempit.

Kita memiliki lebih banyak pengetahuan tapi nurani yg semakin sedikit.

Lebih banyak ahli tapi jauh lebih banyak masalah.

Lebih banyak obat2an tapi kesehatan kita jauh lebih rentan.

Kita minum dan merokok terlalu banyak,meluangkan waktu dg terlalu ceroboh, tertawa semakin sedikit,menyetir terlalu cepat, marah terlalu besar, tidur terlalu malam, dan bangun terlalu lelah.

Membaca terlalu sedikit, menonton TV terlalu banyak dan berdoa semakin jarang.

Kita telah melipat gandakan barang miliki kita, tapi mengurangi harga diri kita.

Kita terlalu banyak bicara tapi terlalu jarang mendengarkan.

Kita belajar bagaimana mencari uang yg banyak tapi bukan mencari kehidupan bahagia dan penuh arti.

Kita telah mencapai bulan tapi justru memiliki masalah dg menyeberangi jalan dan menemui tetangga baru kita disebelah rumah kita sendiri.

Kita telah mengalahkan luar angkasa tapi gagal mengalahkan nafsu diri kita sendiri.

Kita telah melakukan hal2 besar tapi bukan hal2 yg mulia.

Kita telah berhasil membersihkan udara tapi telah gagal membersihkan jiwa.

Kita menulis lebih banyak tapi membaca lebih sedikit.
Kita berencana lebih banyak tapi mencapai jauh lebih sedikit.

Kita belajar untuk bisa selalu bergerak lebih cepat bukannya menjadi lebih sabar.

Kita begitu banyak menciptakan alat komunikasi namun berkomunikasi dengan keluarga semakin sedikit.

Sesungguhnya kita sedang berada dijaman semua makanan cepat disajikan namun lebih lambat dicerna.

Banyak dilahirkan orang2 besar tapi dg karakter yg sangat kerdil.

Pendapatan yg semakin tinggi tapi hubungan yg semakin renggang.

Inilah zaman dimana banyak negosiasi perdamaian dibuat tapi jauh lebih banyak peperangan.

Ini adalah jaman perjalanan dibuat singkat, popok sekali pakai dibuang, moralitas yg sudah terbuang, hubungan hanya satu malam, berat badan berlebihan.

Dan pil2 yg bisa melakukan segalanya mulai dari menceriakan, menenangkan, sampai membunuh dan mematikan.

Ini adalah jaman dimana banyak barang tersedia dipasar tapi orang tidak mampu untuk membelinya.

Ini adalah jaman dimana kemajuan teknologi dapat menyampaikan pesan ini kepada anda tapi sekaligus jaman dimana anda dapat memilih. Apakah anda hanya mendengarkan renungan ini atau ataukah hanya berkata,... ah, ini tidak penting, tak ada waktu untuk merenung.

Ingatlah...... Luangkanlah lebih banyak waktu untuk orang2 yg kita kasihi sekarang juga karena mereka tidak selalu ada sisi kita selamanya.

Ingatlah.. Ucapkanlah kata yg baik dan kalimat cinta untuk orang yang selama ini memandang anda dengan penuh ketakutan.

Ingatlah..
Berikanlah pelukan terhangat untuk orang2 terbaik disisi anda, karena itu adalah satu2nya harta yg dpt anda berikan tanpa memerlukan biaya sepeserpun.

Berikanlah waktu untuk mencintai,berikanlah waktu untuk berbicara, berikanlah waktu untuk berbagi fikiran yg berharga dibenak anda.

Seorang anak sama sekali tidak meminta banyak harta dari orang tuanya, tapi banyak waktu yg diberikan untuk bersama.

Seorang anak tak membutuhkan orang tua yg memliki kedekatan dg seorang pejabat, pengusaha dan orang terhormat, melainkan hanya kedekatan anda bersamanya.

Ingatlah selalu, hidup tak diukur dg jumlah nafas kita, tapi bagaimana kita menghabiskan nafas kita.

Mari kita renungkan, apakah kita berada dalam proses kemajuan ataukah kemunduran..Dari peradaban jalan yg kita sedang jalani saat ini...?
George Carlin



Mata Pelajaran Penting yang Lupa di ajarkan di Sekolah



by MustafiD RA 8:57 PM 2 comments


Seorang pemuda yang sedang di rundung masalah pergi jauh-jauh mencari orang bijak, singkat cerita akhirnya ia tiba di sebuah negeri yang penuh kedamaian dan keharmonisan.

Si pemuda ini terkagum-kagum bagaimana mungkin orang2 disini begitu baik, ramah, santun, murah senyum, dan tampak saling menghormati dan bersahabat, hampir tak pernah ia menemukan sebuah negeri seperti ini.

Setelah bertanya kesana-sini akhirnya ia di tunjukkan pada seorang Tokoh yang dianggap paling bijak yang telah membuat negeri ini bisa seperti ini.

Saking senangnya si anak muda tak sabar ingin segera bicara memuntahkan semua uneg-uneg yang ada di pikirannya.

Anak Muda: Wahai orang bijak, aku ingin sekali berkonsultasi padamu.

Orang Bijak : Ada apa rupanya anak muda.

AM : Begini pak, saya ini lagi stress, marah, galau dan sebel kenapa sepanjang hidup saya selalu penuh dengan masalah, yang satu selesai datang lagi yang baru dan begitu seterusnya.

OB: Lantas apa reaksimu terhadap masalah tersebut?

AM: Ya... biasanya pertama kesel, trus terpancing emosi, trus menunjuk si pembuat masalah, trus Marah, trus bertengkar, trus saling menjelek-jelekkan, trus akhirnya bermusuhan, trus stess dan sebel aja.

OB: Kamu ingin semua masalah kamu bisa berhenti dan tak datang lagi ?
AM; Mau...mau sekali ! Memang bisa ya ??
OB: Tentu saja bisa, semuanya tergantung kamauan kamu.
AM : Lalu caranya gimana, tolong dong ajari aku segera caranya.

OB : Begini anak muda; sebenarnya masalah itu datang pada setiap orang tanpa terkecuali; dan bahkan mungkin hampir setiap hari. Karena ada maksud baik Tuhan di setiap datangnya masalah.

Sesungguhnya Tuhan mengirim masalah itu untuk sebuah tujuan yang sangat bagus agar kita bisa belajar dan bertumbuh menjadi lebih baik.

Inilah maksud baik Tuhan pada kita dengan datangnya masalah:

1. Seseorang itu di beri masalah oleh Tuhan bukan untuk menjadi kesal, melainkan untuk mengambil hikmah agar masalah yang sama tidak terualang kembali.

2. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk menjadi EMOSI melainkan untuk menjadi lebih sabar.

3. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk mencari siapa yang salah, tapi untuk evaluasi diri jangan-jangan justru prilaku kita yang bermasalah.

4. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk menjadi Marah melainkan untuk mencari dan menelusuri apa penyebab akar masalahnya agar masalah yang sama tidak terulang kembali.

5. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk bertengkar melainkan agar ia belajar mencari solusi terbaik bagi semuanya.

6. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk saling menjelek-jelekkan malainkan agar kita belajar dari kesalahan-kesalahan kita dimasa lalu.

7. .Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk saling bermusuhan, namun untuk lebih lebih memahami perbedaan cara berpikir masing-masing, agar bisa berdamai dan merasakan kedamaian di tengah berbagai perbedaan.

8. Seseorang itu diberi masalah oleh Tuhan bukan untuk menjadi lebih stress malainkan untuk menjadi lebih tabah, tegar dan bersyukur bahwa kita masih di percaya oleh Tuhan untuk bisa mengatasinya.

OB : Jika kamu menyadari ini semua satu demi satu, dan menjadikan itu sebagai reaksimu saat masalah itu datang, maka dengan sendirinya masalah itupun akan pergi dan tak pernah kau rasakan lagi kedatangannya.

Ingatlah selalu Nak, Tuhan berharap dengan diberikannya masalah kita bisa bertumbuh menjulang tinggi, berakar kokoh dan berbatang yang kuat. Tuhan hanya ingin kita semua Menjadi manusia yang lebih baik, lebih sabar dan lebih bijak dan bukan malah sebaliknya.

AM ; Baiklah pak saya akan mencatat dan merenungi semua pesan-pesan Bapak.

OB : Anak muda mencatat dan merenungi saja tidaklah cukup, kamu harus berlatih dan terus berlatih terus menerus memberikan reaksi seperti ini setiap kali masalah itu datang. Dan ingatlah selalu 8 hal tersebut dan latihlah terus reaksimu hingga menjadi sebuah kebaiasaan.

**
Karena si pemuda ini sungguh-sungguh ingin berubah menjadi orang yang lebih baik, maka iapun memutuskan untuk tinggal di negeri itu sampai ia bisa berubah.

Akhirnya si anakmuda ini menyadari mengapa negeri ini begitu tentram dan damai, ternyata bukan karena TIDAK ADA MASALAH, melainkan karena setiap orang yang hidup disana sudah terlatih reaksinya setiap kali mengahadapi masalah yang datang.

Ah sayang sekali.... pikir anak muda ini dalam batin, mengapa pelajaran hidup yang sangat penting ini tidak menjadi kurikulum disekolah ya..... padahal dulu ia sudah bersekolah lebih dari 17 tahun lamanya. Mungkin itulah mengapa masyarakat di negeriku mirip-mirip seperti diriku dalam menghadapi masalah hidupnya.

Terlintas di benak si pemuda, suatu saat kelak jika ia bisa mendirikan sekolah, maka ia akan menjadikan ini mata pelajaran PALING PENTING DAN UTAMA untuk diajarkan dan dilatihkan ke setiap murid, guru juga orang tuanya sekalian sampai setiap orang memiliki reaksi yang benar dalam mengahapi masalah demi masalah yang senantiasa akan datang di sepanjang hidupnya.

Lalu bersujudlah si anak muda tadi, mengucap syukur yang tiada terhingga pada Tuhan Yang Maha Agung atas pelajaran berharga yang baru didapatnya dan bermohon agar kelak sekolahnya benar-benar bisa terwujud.

from http://www.ayahedy.tk/