Saturday, 19 March 2016

Petarung-petarung Berhijab

Atlet-atlet muslimah ini membuktikan bahwa “bukan agama, bukan ras, bukan pula gender” yang jadi penghalang untuk berprestasi.

Jumat, 18 Maret 2016
Mengenakan baju renang tertutup dari ujung jemari kaki hingga ujung rambut, pada Selasa pagi di bulan Juni hampir tiga tahun lalu, Elham Asghari berjingkat mencelupkan kakinya di air Laut Kaspia, di belahan utara Iran. Air di ujung jari terasa dingin, sedingin es.
Elham, kala itu 32 tahun, berniat berenang sejauh 20 kilometer dan memecahkan rekor kecepatan, mengarungi Laut Kaspia. Selama bertahun-tahun gadis itu berlatih dan merancang baju renang khusus untuk memenuhi “syariat” Islam. Baju renang khusus itu sesungguhnya tak nyaman sama sekali untuk dipakai berenang. Beratnya 6 kilogram dan desainnya mengabaikan pakem aerodinamika untuk berenang lebih cepat.


Elham Asghari
Foto : France24
Dan semua usaha itu sia-sia belaka. Pemerintah Iran tak mau mengakui rekor Elham. Gadis itu menempuh jarak 20 kilometer dalam sembilan jam. “Pemerintah mengatakan seislamis apa pun baju renangku, tetap tak bisa diterima.... Mereka berdalih, saat aku keluar dari air, tetap menampakkan bentuk keperempuanan tubuhku,” kata Elham, dikutip Guardian.
Elham mulai kenal olahraga air itu sejak umur 5 tahun. Air adalah dunia kedua baginya. “Kadang aku merasa seperti seorang amfibi, bisa hidup di dua dunia,” kata Elham. Sejak kenal air, cita-citanya adalah berenang di laut. Tapi jadi atlet renang di Iran harus menempuh jalan berliku dan berhadapan dengan “tembok” yang tinggi. Pemerintah Iran tak pernah mengizinkan perenang-perenang perempuannya ikut berlomba di kolam terbuka, di hadapan penonton laki-laki, di mana pun, lantaran dianggap tak sesuai syariat Islam.
Pada 2010, di bawah pengawasan staf Kementerian Olahraga, Elham berenang di laut sekitar Pulau Kish. Saat baru berenang sejauh 5 kilometer, Elham menuturkan kepada France24, perahu cepat polisi Iran melintas dan menyerempet kakinya. Jika ayahnya tak menolong, entah bagaimana nasib Elham.
Sempat hampir putus asa, semangat Elham kembali bangkit untuk mengejar mimpinya berenang di Laut Kaspia. Setiap hari dia berlari sejauh 12 kilometer dan berlatih di air sejauh 5 kilometer. Tiga tahun kemudian Elham mengulang usahanya memecahkan rekor dan kembali membentur “tembok”.
Pemerintah mengatakan seislamis apa pun baju renangku, tetap tak bisa diterima.
Elham, dibantu temannya, Farvartish Rezvaniyeh, menumpahkan kekesalan lewat video dan menyebarkannya lewat jejaring sosial. “Aku tak percaya ketidakadilan ini dialami pemecah rekor seperti dia,” kata Farvartish kepada Guardian. Elham berjanji tak akan menyerah. “Rekorku disandera oleh mereka yang berenang sejauh 20 meter saja tak mampu.... Aku sudah melewati hari yang keras siang dan malam. Aku tak akan menyerah di bawah tekanan ini.”
Tak seperti laki-laki muslim, arena olahraga memang masih belum memberi banyak tempat bagi atlet-atlet yang berniat bertarung dengan mengenakan hijab. Sarah Attar, pelari 800 meter asal Arab Saudi, mendapat tepukan gemuruh dari seluruh penonton begitu kakinya menginjak garis finis di Stadion Olympics, saat pergelaran Olimpiade 2012 di London.
Sarah, yang mengenakan kostum lari tertutup rapat, tak mendapat medali. Dia mencapai finis hampir satu menit di belakang peraih medali emas, Janeth Jepkosgei Busienei, dari Kenya. “Satu kehormatan bagiku bisa mewakili Arab Saudi,” kata Sarah kepada Daily Mail. Untuk pertama kalinya, Kerajaan Saudi memberi lampu hijau bagi atlet perempuan ikut berlari di lintasan atletik. Izin itu tak diberikan dengan gampang. Pemerintah Saudi memberikan restu pada menit-menit akhir setelah dihujani kritik kiri-kanan.

Sarah Attar, pelari dari Arab Saudi di Olimpiade 2012
Foto: Boston Globe
Prestasi atlet-atlet berhijab ini memang belum seberapa, tapi mereka membuktikan, menjadi muslimah bukanlah persoalan di arena olahraga. Atlet bela diri Inggris, Ruqsana Begum, terpaksa merancang sendiri kostumnya untuk bertanding. “Kostumku terbuat dari Lycra, jadi sangat lentur,” kata Ruqsana kepada BBC. Dia terinspirasi gaya kostum Ruqaya al-Gasara, pelari 200 meter asal Bahrain yang meraih medali emas di Asian Games 2006. Nike merancang khusus kostum untuk Ruqaya. “Aku pikir keberadaan hijab sport akan menarik lebih banyak gadis muslimah di arena olahraga.”
Pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, Ibtihaj Muhammad, 30 tahun, akan menjadi atlet yang mewakili Amerika Serikat pertama yang mengenakan hijab dalam sejarah. Gadis asal Maplewood, New Jersey, itu akan bertarung dengan anggar untuk merebut medali. “Bawa pulang medali emas...tanpa tekanan,” Presiden Barack Obama menyampaikan pesan langsung kepada Ibtihaj saat berkunjung ke masjid di Baltimore bulan lalu.

Hiba Awad
Foto: SadafSyed

Ruqaya al-Gasara di Asian Games 2006
Foto: Getty Images
Di Piala Dunia Anggar awal Februari lalu, Ibtihaj merebut medali perunggu dan lolos ke Olimpiade. Kini dia berada di peringkat ketujuh dunia. “Aku ingin bertarung di Olimpiade dengan membawa bendera Amerika untuk membuktikan bahwa tak ada sesuatu yang mestinya jadi rintangan untuk meraih sesuatu. Bukan agama, bukan ras, bukan pula gender,” ujar Ibtihaj, dikutip TeamUSA.

Penulis/Editor: Sapto Pradityo
Desainer:  Fuad Hasim
from http://x.detik.com/detail/intermeso/20160318/Petarung-petarung-Berhijab-/index.php

Friday, 18 March 2016

13 Sekolah yang Lulusannya Langsung Bekerja.


Sekolah-sekolah kedinasan ini mempelajari bidang yang spesifik, menarik & mempunyai ikatan dinas bagi lulusannya

1. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)

Sekolah yang berada di Bintaro, Tangerang ini sekolah idola banget buat para lulusan SMA. Kalau sudah lulus dari sini, dijamin juga jadi idola calon mertua. Orang tua mana yang nggak seneng anaknya dapat pegawai di Kementerian Keuangan. Jaminan tajir sih.
Pendaftaran bisa berkunjung ke stan.ac.id atau di Kemenkeu.go.id

2. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)

Bernaung di bawah Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, lulusan STIS akan diangkat sebagai pegawai negeri sipil di BPS. Nah, bagi kamu yang tertarik di bidang statistik bisa daftar di STIS di Jakarta. Info bisa diakses di stis.ac.id ya guys!

3. Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN)
STSN adalah sekolah kedinasan yang diselenggarakan Lembaga Sandi Negara dan berlokasi Bogor, Jabar. Di sini beban studi yang harus diselesaikan adalah 146 SKS dan ditempuh selama 4 (empat) tahun. STSN mempunyai 2 (dua) Program Studi yaitu Program Studi Teknik Persandian dan Program Studi Manajemen Persandian. Program Studi Teknik Persandian memiliki 2 (dua) bidang minat yaitu Teknik Kripto dan Teknik Rancang Bangun Peralatan Sandi. Pendaftaran cek infonya di stsn-nci.ac.id

4. Akademi Militer (Akmil)

Ini buat kamu yang suka tentang dunia militer dan siap jadi garda terdepan penjaga kedaulatan negara bisa daftar di Akmil yang berada di Magelang, Jawa Tengah. Akademi ini untuk calon perwira TNI Angkatan Darat. Untuk lebih mengenal Akmil, kamu bisa mengunjungi akmil.ac.id. Pendaftaran online bisa dilakukan di rekrutmen-tni.mil.id.

5. Akademi Angkatan Laut (AAL)

Jika kamu bercita-cita menjadi perwira calon pemimpin di TNI Angkatan Laut, inilah akademi yang harus kamu tuju. Akademi Angkatan Laut (AAL) berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Untuk lebih mengenal AAL, kamu bisa mengunjungiaal.ac.id. Pendaftaran online bisa dilakukan di rekrutmen-tni.mil.id.

6. Akademi Angkatan Udara (AAU)

AAU merupakan institusi pendidikan untuk melahirkan calon pemimpin di TNI Angkatan Udara. Lulusan AAU langsung menjadi perwira dengan pangkat Letnan Dua. AAU berada di Yogyakarta, DIY. Untuk lebih mengenal AAU, kamu bisa mengunjungi aau.ac.id. Pendaftaran online bisa dilakukan di rekrutmen-tni.mil.id.

7. Akademi Kepolisian (Akpol)

Kalau Akpol yang berada di Semarang, Jateng ini khusus buat kamu yang berminat jadi pengayom dan pelindung masyarakat. Jadi salah satu aparat penegak hukum di negara ini. Dengan bobroknya citra kepolisian sekarang ini, bisa lho kamu jadi memperbaikinya, caranya jadilah polisi yang amanah dan jujur seperti Jenderal Hoegeng. Untuk pendaftaran, Info lengkapnya di akpol.ac.id

8. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

IPDN dulunya terkenal gara-gara banyaknya kasus kekerasan antar praja yang terjadi di kampus ini. Sekarang kayaknya sih udah adem ayem aja. IPDN yang berada di Jatinangor, Jabar milik Kementerian Dalam Negeri yang lulusanya otomatis jadi PNS di Kemendagri.
Masuknya juga susah karena harus melalui banyak tes, biasanya hanya diambil 2 orang tiap kabupaten di seluruh Indonesia. Tapi jangan takut, semua sekolah kedinasan juga gitu. Pendaftaran bisa dilihat di ipdn.ac.id dan ipdn.kemendagri.go.id

9. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

STIN yang berada di Sentul, Jawa Barat diselenggrakan oleh Badan Intelijen Negara. Jadi kebayang dong jadi apa setelah lulus dari sini? Buat yang suka dunia intelijen ala James Bond, bisa cek infonya di bin.go.id.

10. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN)

Sekolah ini bernaung di bawah Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan berada di Yogyakarta, DIY. Sesuai namanya, di STPN ini kalian akan mempelajari tentang pertanahan nasional. Setelah lulus dari sini, kalian akan jadi CPNS di Badan Pertanahan Nasional. Nah infonya bisa di lihat di stpn.ac.id

11. Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIPAN)

Sekolah ini berada di Jakarta dikelola oleh yayasan Abdi Negara Nusantara. Didirikan untuk mendidik pamong praja dan meningkatkan kapasitas birokrat. Untuk masuk disini kamu harus melalui beberapa tahapan tes dan ada rekomendasi dari kepala daerah domisilimu. Untuk pendaftarannya bisa kamu cari di stipan.ac.id

12. Akademi Imigrasi (AIM) dan Akademi Ilmu Pemasyarakatan

Kedua akademi ini di bawah komando Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan berlokasi di Cinere, Depok, Jabar. Di Ilmu Imigrasi kamu akan belajar ke imigrasian yang nantinya akan diambil menjadi CPNS di Ditjen Keimigrasian. Sementara di Akademi Ilmu Pemasyarakatan kamu akan dididik menjadi CPNS yang punya keahlian khusus dibidang kemasyarakatan. Pendaftarannya dibuka sekitar bulan agustus. Info lengkapnya ada di kemenkumham.go.id

13. Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)


Sekolah yang berada di bawah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan berlokasi di Tangerang ini memang di khususkan untuk mempelajari tentang fenomena-fenomena alam yang terjadi di bumi dan seisinya seperti gempa, cuaca, iklim dll. Info pendaftarannya bisa kalian lihat di stmkg.ac.id