Tuesday, 23 February 2016

Hati-hati penipuan Sandra Holmes *banyak nama versi lain

pembukanya pake cara islam, sehingga diawal masih berpikiran positif
dan mulai curiga pada email kedua, tidak reply dari balasan email yg pertama namun justru membuat judul baru (mungkin sudah secara sistem).
sayang, kepandaian si pelaku digunakan untuk menipu, berikut captur emailnya;
padahal kan kalau memang "beneran" biasanya gak bgitu tho...?!?

dan ini lah isi email yang kedua; ===================================================

THANKS FOR REPLYING (2)

People

Dear Dhenny,
Apa kabar? terima kasih banyak atas tanggapan baik anda, saya sangat bersyukur,tolong sebelumnya saya minta maaf karena memilih sarana ini untuk menghubungi anda.Saya tahu anda pasti terkejut mendapat pesan dari saya,karena sebelumnya kita tidak saling mengenal satu sama lain. Tapi keadaan memaksa saya untuk memberanikan diri menghubungi anda.
saya berusaha keras mencari seseorang yang sungguh bisa saya percaya untuk membantu menerima dan mengamankan dana saya untuk sementara waktu,begitu bisa saya pindahkan di Indonesia.

Nama saya Sandra Wasiri Holmes,aku berasal dari Aceh Indonesia tapi sampai dengan saat kita berkomunikasi ini aku tinggal di Inggris. Aku menikah dengan seorang pria warga negara Inggris dan tinggal di Inggris. Kami mempunyai dua orang anak ,yang bernama Harry Holmes dan Shantel Putri Holmes. Suami saya dibunuh oleh orang bersenjata tak dikenal dan menemukan 4 tahun yang lalu pada tanggal 7 Desember 2011. Suami saya meninggalkan sekitar delapan juta dolar (US$ 8 juta) di sebuah perusahaan keuangan. Saya merasa kosong dan tidak bahagia di sini.

Saya ingin kembali ke negara saya Indonesia. Kakak Suami saya ingin mengambil alih dana dan perusahaan suami saya, karena itu alasan mengapa saya menghubungi Anda untuk membantu saya dan menerima delapan juta dolar terebut di Indonesia. Suami saya menaruh uang tersebut di sebuah perusahaan keuangan / keamanan. Suami saya menggunakan nama saya sebagai ahli waris jadi saya memiliki hak untuk mengklaim dana dari perusahaan tersebut. Saya akan memberikan 20% dari dana tersebut untuk bantuan Anda..

Setelah kematian almarhum suamiku,para kerabat almarhum suamiku seperti menjadi tulang di leherku,karena mereka ingin mewarisi dan menguasai seluruh harta kami,peninggalan suamiku. Dana kompensasi dari perusahaan almarhum suamiku atas insident kecelakaan tersebut.Juga tabungan hasil kami bekerja keras selama bertahun tahun. Karena tekanan itulah,aku memutuskan untuk memindahkan tabungan dan uang peninggalan tersebut,sejumlah($ 8.000.000) dalam konversi Delapan juta dollar $ ke Negaraku Indonesia.

Jadi karena alasan seperti yang telah saya ceritakan itulah,secara pribadi saya memohon bantuan anda untuk bisa membantu saya menerima dana itu dan menyimpannya di Indonesia. Setelah saya memindahkannya dari Inggris. Saya menawarkan 20% dari total dana yang terkirim untuk anda ambil sebagai kompensasi karena telah membantu saya,dan menyimpan 80% dana yang saya kirim untuk saya dan anak-anak saya,sampai dengan saya mengambilnya nanti (dalam rencana saya,saya akan datang ke Indonesia 6 bulan setelah proses ini berhasil.) Saya menunggu jawaban anda secepatnya,atas permintaan saya ini. Dan apabila anda bisa dan mau membantu saya,saya membutuhkan data pribadi anda.

1.Nama Lengkap.
2.Umur.
3.Jenis Kelamin.
4.Nomor Telepon.
5.Alamat Lengkap.
6.Pekerjaan.
7.Fotocopy tanda pengenal/KTP.

Sekali lagi saya minta maaf karena telah mengganggu anda dengan persoalan pribadi saya. Apabila anda merasa tidak nyaman untuk membantu dan bekerjasama dengan saya,tolong lupakan saja pesan dari saya ini.Tetapi jika anda bisa dan bersedia membantu serta menolong saya,saya mohon kirimkan data pribadi anda untuk menyiapkan berkas yang diperlukan.Saya menunggu jawaban positif dari anda. Terimakasih sebelumnya dan salam hangat untuk keluarga anda.

Saya dengan ini melampirkan KTP saya dan Alm. Suami saya bersama dengan.

Wassalam.
===========================================================

setelah baca email tsb, browsing lah saya. dan ternyata banyak ditemukan kasus serupa tapi tak sama, dengan media sms, fb, dll
ada-ada aja mas/mba *sipelaku, seneng bener cari duit haram, enak ya...??
semoga tidak menimpa orang-orang yang lagi kesusahan *udah susah jd nambah susah
waspada ya pren...